Sabtu, 18 Februari 2012

Setangkai Mawar Untuk Ibu


Di depan sebuah toko bunga, seorang pria menghentikan mobilnya tepat di depan toko tersebut. Ia bermaksud ingin memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 200 km darinya. 

Begitu pria itu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di atas trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu lalu menghampiri gadis kecil tersebut dan menanyai mengapa ia menangis. "Hai adik kecil, kenapa kau menangis?"

Gadis kecil itu pun menjawab, “Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya hanya memilki uang Seribu Rupiah saja. Sedangkan harga mawar itu Lima Ribu Rupiah”.

Pria itu pun tersenyum, lalu ia berkata. “Ayo ikut denganku, aku akan membelikan bunga yang kamu mau.”

Gadis kecil itupun segera mengikuti pria tersebut masuk kedalam toko bunga. Pria itu membelikan setangkai mawar merah untuknya, sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan kepada ibunya.

Setelah semuanya selesai dan hendak pulang, pria itu menawarkan diri untuk mengantar si gadis kecil pulang ke rumah. Gadis kecil itu pun melonjak gembira, katanya, "Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan saya ke tempat ibu saya lebih dulu?”

"Baik, aku akan mengantarkanmu kemana saja." jawab pria itu sambil tersenyum.

Kemudian mereka berdua menuju ke sebuah tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yang ternyata merupan sebuah komplek pemakaman umum. Setelah mereka tiba di sana, gadis kecil itu segera keluar dari mobil dan berlari menuju sebuah makam, ia kemudian meletakkan setangkai bunga mawar miliknya pada makam tersebut.

Melihat hal ini, pria itu lalu mendekati gadis kecil tersebut dan bertanya. "Makam siapa ini adik kecil?"

Dengan wajah penuh rasa gembira dan haru, gadis itu menjawab. "Ini adalah tempat tinggal ibu saya. Saya senang mengunjunginya di sini walau pun saya harus berjalan puluhan kilo meter, saya akan tetap mengunjungi ibu saya." 

Mendengar jawaban gadis kecil itu, hati pria tersebut menjadi terenyuh dan teringat akan sesuatu. Akhirnya setelah mengantarkan gadis kecil itu pulang, ia bergegas kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan paket kirimannya dan ingin mengantarkannya sendiri. Dalam hati, ia menyadari bahwa jarak bukanlah suatu batasan untuk menjumpai orang yang dikasihi.

0 komentar:

Posting Komentar