Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

LAKEY BEACH - Mengerjar Ombak Pantai Hu'u [Nusa Tenggara Barat]

0 komentar
Lakey Beach
Pulau Jawa punya G-Land [Pantai Plengkung] di Banyuwangi sebagai tujuan utama para peselancar dunia, tidak mau ketinggalan, Nusa Tenggara Barat pun memiliki Lakey Beach [Pantai Hu'u] di Dompu yang tak kalah populer di mata wisatawan asing.. bahkan mungkin Lakey Beach lebih popular dikarenakan letaknya yang cukup strategis [dekat dari pulau Bali dan Lombok]

selain terkenal dengan ombaknya, Lakey Beach juga di kenal karena keindahan alamnya.. kondisi pasir putih pantai yang sangat bersih dan warna laut yang begitu biru langsung menyegarkan mata kita. batuan koral disekitar pantai ikut melengkapi keindahan yang kita saksikan di Lakey Beach..

Setiap tahunnya pantai ini selalu ramai di kunjungi oleh wisatawan asing, khususnya antara bulan April sampai Oktober -dimana kondisi ombak dan angin sedang bagus-bagusnya.. berselancar di Lakey Beach merupakan tantangan tersendiri karena ombak pantai ini merupakan ombak kidal. disebut demikian karena sapuan ombaknya ke arah kiri.. berbeda dengan ombak-ombak biasa yang cenderung ke kanan. kegiatan berselancar dapat dilakukan dibeberapa titik yang mempunyai ombak besar seperti Lakey Peak, Lakey Pipe, Nungas, dan Periscope, dll.. selain surfing [selancar], kita juga banyak menemui kegiatan wind surfing [selancar angin] dan kite surfing [selancar layang-layang] di sekitar pantai ini.. seperti juga di G-Land Banyuwangi, di Lakey Beach juga sering diadakan kontes surfing internasional yang diikuti para peselancar dunia.

Akses menuju Lakey Beach:
dari Denpasar - Bali naik pesawat menuju Bandara Muhammad Salahudin - Bima. setelah itu pengunjung bisa menyewa mobil menuju Lakey Beach [berjarak 2 jam berkendara] dengan tarif Rp 600.000.. atau, bisa menggunakan bus umum menuju Terminal Ginte - Dompu dengan tarif kurang lebih Rp 50.000, setelah itu dari Dompu dilanjutkan perjalanan dilanjutkan menggunakan jasa bemo kota dengan tarif antara 200 hingga 300 ribu rupiah.

Kitesurfing - Lakey Beach
Perjalanan panjang dan melelahkan pasti akan terbayar ketika kita tiba di Lakey Beach, bahkan pesona Lakey Beach telah membuat seorang wisatawan asing bernama Rachel memilih menetap di pantai ini sejak kedatangannya pada tahun 1990. keindahan alam dan ombak luar biasa Lakey Beach telah membuatnya tidak ingin meninggalkan pantai ini. Rachel pun memilih menetap dan menikahi seorang penduduk lokal.. mereka lalu membuka sebuah hotel dan restourant [Lakey Beach Inn] yang tentu saja juga menyediakan berbagai macam fasilitas lain untuk pengunjung agar bisa menikmati pesona Lakey Beach. sampai sekarang Rachel masih tinggal bersama isteri dan empat orang anaknya di tepi Lakey Beach.

Museum Kereta Api Ambarawa [Jawa Tengah]

0 komentar
koleksi museum ambarawa
Museum terbuka ini menempati Stasiun Ambarawa [dulu bernama Stasiun Willem I] di area 127.500 meter persegi. fungsi kereta-kereta ini pada awalnya untuk mempermudah angkutan pasukan Belanda ke Semarang. ada 22 lokomotif dalam kondisi baik di halaman utara dan barat, sebagian pernah berperan mengangkut tentara Indonesia. Bangunan utama menyimpan perlengkapan di dua ruang, satu ruang lain menyatu dengan bagian penjualan tiket. Wisata kereta kuno ini tertata klasik bak ruang tamu Eropa. nuansa tempo dulu sangat di jaga, semua perabotan antik peninggalan jaman dulu tertata rapi dan bersih..
berada di Museum Kereta Api Ambarawa membuat kita merasa benar-benar kembali ke masa lalu.. :)

stasiun ambarawa
kita tidak hanya bisa menikmati peninggalan-peninggalan antik dalam stasiun ambarawa, tapi kita juga bisa menumpang lokomotif uap dan berkeliling sekitar ambarawa sambil menyaksikan panorama alam yang menakjubkan.. ya, ada dua lokomotif yang difungsikan sebagai kereta wisata.. salah satu kereta yang masih beroperasi adalah kereta lokomotif dengan nomor B2502, dengan bahan bakar kayu jati kering, kereta ini menarik gerbong 80 penumpang di jalur sepanjang kurang lebih 18 km.. jarak tersebut ditempuh dalam waktu selama 2 jam melintasi alam pedesaan, melalui kereta ini kita bisa menikmati pemandangan Rawa Pening, Gunung Ungaran, Telomoyo, dan Merbabu. selain itu kita juga bisa merasakan sensasi tersendiri menjadi penumpang sebuah lokomotif klasik yang masih bertenaga uap.

Aktifitas:
  1. Perjalanan wisata kereta uap bergerigi, Stasiun Ambarawa - Bedono [PP 18 km]
  2. Perjalanan wisata kereta diesel, Stasiun Ambarawa - Tuntang [PP 12 km]
  3. Sight - seeing: menikmati koleksi-koleksi kereta api peninggalan Belanda dan berbagai macam benda bersejarah lainnya.
Info lain:
  • Museum Kereta Api Ambarawa terletak di Jalan Stasiun No. 1, Ambarawa - Jawa Tengah
  • Jam Operasional: buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB
  • Tiket: Rp 10.000 s/d Rp 15.000
oh ya, di sekitar Museum Ambarawa juga banyak terdapat kuliner menarik.. salah satunya adalah Serabi Kocor, penyajiannya berkuah dalam tiga rasa -gula jawa, pandan dan asin. harga yang di patok juga relatif murah.. hanya Rp 3.000 per porsi [berisi empat serabi].

Sabtu, 18 Februari 2012

Jalan - jalan ke Magetan - TELAGA SARANGAN

0 komentar
Telaga Sarangan
tanggal 11 Desember 2011 kemarin, setelah turun dari Gunung Lawu saya memutuskan untuk mampir sebentar ke Telaga Sarangan.. setelah tanya-tanya sama kang Didit dari AGL [Anak Gunung Lawu], saya pun memperoleh informasi tentang akses menuju objek wisata tersebut. dan ternyata Telaga Sarangan cukup mudah di capai dari situ.. dari depan pos pendakian Cemoro Kandang kita bisa naik angkutan umum dan langsung turun di objek wisata Telaga Sarangan.

setelah menunggu beberapa menit akhirnya saya menemukan sebuah angkutan umum yang cukup kosong.. mendekati Telaga Sarangan angkot yang saya tumpangi melewati jalan aspal dengan kondisi yang kurang baik, di dalam angkot saya dan beberapa penumpang lainnya harus goyang senggol bacok ga jelas ketika mobil angkutan melewati beberapa lubang jalan aspal.

karena saya belum pernah ke Telaga Sarangan, dalam bayangan saya saat itu Telaga Sarangan merupakan danau yang masih alami, sepi, dan di kelilingi pohon-pohon hutan.. bahkan saya mempunyai rencana untuk mendirikan tenda dan camping di tepi telaga.. setibanya saya di objek wisata tersebut saya menyadari bahwa saya keliru, Telaga Sarangan bukanlah danau sepi di tengah alam pedesaan.. objek wisata alam ini sudah cukup ramai, fasilitas yang tersedia pun sangat lengkap.. berbagai jenis penginapan ada disini, mulai dari hotel, villa, atau wisma telah siap menampung kita.. untuk urusan kuliner pengunjung akan di manjakan dengan berbagai jenis masakan khas Sarangan.

Telaga Sarangan
Objek wisata ini merupakan tempat yang sangat cocok untuk liburan keluarga.. lokasinya yang berada di kaki gunung lawu membuat udara selalu terasa sejuk dan menyegarkan. di sini kita bisa menyewa sebuah speed boat dan menjelajah luasnya Telaga Sarangan bersama keluarga. selain itu kita juga bisa bersantai menyantap kuliner di tepian danau sambil menikmati pemandangan indah Telaga Sarangan.

Akses menuju Telaga Sarangan:
dari arah Solo: nah, yang ini ane rada bingung gan.. soalnya pengalaman ane kemaren dari Solo naik bus ke Tawangmangu, lalu dari Tawangmangu naik angkutan umum dan turun di Cemoro Kandang, turun dari Gn.Lawu baru naik angkot dari Cemoro Kandang ke Telaga Sarangan.. ane kurang tau apa dari Tawangmangu ada angkutan umum yang langsung menuju Telaga Sarangan atau tidak. maaf informasinya kurang lengkap. hehehe

Solo - Tawangmangu [Bus : Rp 6000]
Tawangmangu - Cemoro Kandang [Angkot : Rp 7000]
Cemoro Kandang - Sarangan [Angkot : Rp 6000]

Informasi lain:
Lokasi Objek Wisata Telaga Sarangan: Desa Sarangan, Kec. Plaosan, Kab. Magetan
Tarif Speeadboat untuk 1x putaran mengelilingi telaga: Rp 40.000 / kapal

Penjual souvenir di sekitar Telaga Sarangan
oh ya, selain berbagai macam kuliner yang tersedia di sepanjang tepi Telaga Sarangan.. pengunjung juga memiliki banyak pilihan untuk membeli oleh-oleh berupa souvenir khas Sarangan. mulai dari berbagai macam kerajinan tangan sampai kaos-kaos dengan gambar telaga..

Jumat, 17 Februari 2012

Cangar : Wisata Pemandian Air Panas [Malang]

0 komentar
Wisata ini terletak di kaki Gunung Welirang. tepatnya di dusun Cangar, desa Sumber Brantas, kecamatan Bumiaji, Kabupaten Malang. [kurang lebih 18 km dari kota Batu]. untuk menuju kawasan wisata pemandian air panas ini, pengunjung harus menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada akses angkutan umum.

Pemandian air panas cangar memiliki beberapa kolam, ada yang hangat, sedikit panas, bahkan sampai yang [lumayan] panas.. :) kolam yang tersedia juga beragam. mulai dari kolam buatan yang dialiri sumber air panas, hingga kolam alami yang terbentuk dari batuan dan tanah.

selain berendam di air hangat pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas cangar yaitu tape ketan dan air tape. udara dingin pegunungan membuat kita bisa berlama-lama berendam di kolam hangat sambil menikmati kuliner tersebut.

Wisata Pemandian Air Panas Cangar
Pemandian air panas cangar merupakan kawasan yang masih alami, sepanjang perjalanan menuju kawasan ini kita akan menikmati panorama alam yang menakjubkan berupa hamparan hijau ladang penduduk dan hutan-hutan lebat kaki gunung welirang. di wisata air panas cangar sendiri masih banyak monyet-monyet hutan yang berkeliaran di pohon sekitar pemandian. dan jika kita menjelajah ke sisi-sisi hutan di sekitar pemandian ini kita akan menemukan banyak situs-situs sejarah berupa goa peninggalan zaman jepang. selain sebagai tempat wisata pemandian air panas, kawasan ini juga sering dijadikan sebagai bumi perkemahan pramuka.

Pemandian air panas cangar juga berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.. ini dikarenakan Cangar terletak di kaki gunung welirang, dan sumber air panas disini mengandung zat belerang yang baik untuk kesehatan kulit. fasilitas yang di sediakan di pemandian ini cukup memadai, namun adanya perawatan dan pengembangan lebih lanjut masih sangat diperlukan.

nb:
Tiket masuk Rp 3000 / orang

Jumat, 10 Februari 2012

Tanjung Lesung [Banten] - keindahan pantai di ujung barat pulau jawa

0 komentar
Meskipun sama-sama terletak di ujung barat pulau jawa, nama Tanjung Lesung masih kalah populer dengan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai destinasi wisata para traveler/ backpacker. tapi ternyata Tanjung Lesung memiliki panorama alam yang menakjubkan, tak kalah dengan wisata pantai di Bali. bahkan banyak yang berpendapat kelak Tanjung Lesung akan bisa menyaingi Resort World Sentosa -nya Singapura.

Tanjung Lesung terletak di Kabupaten Pandeglang - Banten. tepatnya di Desa Tanjung Jaya - Kec.Panimbang.. akses menuju Tanjung Lesung cukup mudah, dari Serang [Ibu Kota Banten] terdapat bus Damri dengan jurusan Serang-Tanjung Lesung.

fasilitas yang tersedia di Tanjung Lesung cukup lengkap, mulai dari penginapan, restoran, night club, cafe, dll. penginapan semacam bungalow, hotel, atau resort menyediakan berbagai macam fasilitas yang sangat memanjakan pengunjungnya, namun harga yang di patok juga terbilang mahal [bagi saya sangat mahal].. bayangkan saja, rata-rata harga penginapan di Tanjung Lesung berkisar di atas Rp 1.000.000 per malam. untuk teman-teman backpacker yang selalu traveling dengan budget pas-pasan tentu harga tersebut terbilang sangat tinggi.. namun teman-teman tidak perlu merasa khawatir, kita masih bisa mencari penginapan murah di kampung penduduk, tepat sebelum pintu masuk kawasan wisata Tanjung Lesung.. untuk urusan perut kita bisa meng-akalinya dengan membawa bekal makanan sendiri - yang ini penting untuk di catat mengingat es teh yang normalnya Rp 2000 bisa menjadi Rp 9000 di Tanjung Lesung. #hampir lima kali lipat gan!!!

Tanjung Lesung

berbagai macam aktifitas bisa kita lakukan untuk menikmati pesona Tanjung Lesung, jika anda hobi surfing anda bisa menyalurkan hobi anda di sini, begitu juga dengan snorkling dan diving, anda bisa menyelam dan ber-snorkling menikmati pemandangan bawah laut Tanjung Lesung yang mempesona.. fishing / memancing juga menjadi pilihan lain bagi anda. selain itu kita juga bisa melakukan berbagai macam aktifitas yang cukup memacu adrenalin seperti ngebut di atas jetski, atau meluncur bersama banana boat.. bagi anda yang ingin sekedar sight-seeing, bisa jalan-jalan di dermaga atau rebahan di pasir tepi pantai, bersantai menikmati keindahan Tanjung Lesung dibawah sinar matahari.. :)

Tanjung Lesung
oh ya, bagi anda yang ingin membeli souvenir khas banten, tak jauh dari kawasan Tanjung Lesung terdapat sebuah pasar tradisional yang menjual berbagai macam kerajinan tangan khas banten.

Kamis, 09 Februari 2012

Cukang Taneuh [Green Canyon] - Tempat yang wajib di kunjungi di Jawa Barat

0 komentar
"Green Canyon dul, ora Grand Canyon... wes ngobrol ngalor ngidul kok jek ora mudeng ae yoo"
kemaren pas nongkrong sama beberapa temen, kita sempat ngomongin soal wisata alam di daerah pangandaran ini, setelah ngobrol cukup lama lha kok ada satu temen yang ga nyambung, di kiranya kita lagi ngomongin Grand Canyon yang ada di Amrik, #hadeeeeehhh..

Nama asli wisata ini adalah Cukang Taneuh yang berarti Jembatan Tanah. tapi entah kenapa kok nama Green Canyon menjadi lebih populer,
padahal dari beberapa artikel yang saya baca nama Green Canyon adalah nama yang tak sengaja di berikan oleh salah seorang wisatawan asing yang mengunjungi tempat ini sekitar tahun 1993, dan sejak itu nama Green Canyon menjadi lebih akrab di telinga wisatawan daripada nama aslinya. mungkin hanya masyarakat sekitar Pangandaran saja yang masih menyebutnya dengan nama Cukang Taneuh. [saya sendiri lebih suka menyebutnya Cukang Taneuh daripada Green Canyon, menurut saya nama Cukang Taneuh selain lebih enak d denger, juga lebih khas Indonesia, hhehe].

Cukang Taneuh [Green Canyon] merupakan kawasan ekowisata berupa sebuah sungai dan ngarai yang dihimpit oleh bukit-bukit indah yang terbentuk dari tanah, aliran sungai cijulang melintas menembus goa-goa yang menakjubkan, bukit di sisi-sisinya yang penuh bebatuan dan rimbun pepohonan menjadikan pemandangan disini lebih indah.

kita akan mendapatkan banyak pilihan untuk menjelajah dan menikmati keindahan Cukang Taneuh [Green Canyon] misalnya via menggunakan perahu, ber-rafting, body rafting, berenang, diving, atau trekking di sepanjang pesisir sungai..

Akses menuju Cukang Taneuh [Green Canyon] cukup mudah, apabila teman-teman berangkat dari arah Bandung atau Jakarta tersedia 4 rute alternatif.

Pertama:
Bus jurusan Jakarta-Pangandaran atau Bandung-Pangandaran dan turun di Terminal Pangandaran, setelah itu lanjut naik bus kecil tujuan terminal Cijulang (Rp 5.000), dari Terminal Cijulang lanjut naik Ojeg ke Batu Karas (Rp 10.000 - Rp 15.000)

Kedua:
Dari Bandung langsung pake Travel jurusan Bandung-Batu Karas

Ketiga:
Dari Bandung naik kereta api Lodaya dan turun di Stasiun Banjar, setelah itu lanjut pake Bus kecil jurusan Cijulang dan turun di Terminal Cijulang. dari Terminal Cijulang bisa naik ojek menuju Batu Karas

Keempat:
Dari Jakarta atau Bandung naik pesawat [Susi Air] dan turun di Bandara Nusawiru [Cijulang]. setelah itu lanjut ojek menuju Batu Karas.


Lokasi Cukang Taneuh [Green Canyon] lebih dekat di akses dari Batu Karas dibandingkan dari Pangandaran.. Jika anda sedang berwisata ke daerah Jawa Barat, rasanya belum lengkap kalo tidak ke tempat ini.. :D

Green Canyon [Cukang Taneuh]

Rabu, 08 Februari 2012

Danau Gunung Tujuh [Jambi] - Danau di Ketinggian 1.950 Mdpl

0 komentar
Danau Gunung Tujuh merupakan salah satu wisata yang berada di Kabupaten Kerinci, Jambi. tepatnya di Desa Pelompek, Kecamatan Ayu Aro. danau ini berada di kawasan Gunung Tujuh, sebuah gunung yang berada tepat di belakang Gunung Kerinci. Gunung Tujuh masih termasuk dalam Taman Nasional Kerinci Semblat [TNKS]. Bagi pendaki gunung, Kerinci mungkin menjadi tujuan utama karena gunung tersebut merupakan gunung aktif tertinggi di Indonesia [3805 mdpl], namun bagi wisatawan yang ingin sekedar menikmati keindahan alam Kabupaten Kerinci, Danau Gunung Tujuh bisa menjadi pertimbangan sebagai tujuan wisata. selain memiliki panorama alam yang menakjubkan, jalur yang dilalui juga jauh lebih mudah daripada Gunung Kerinci.

di beberapa sisinya, Danau Gunung Tujuh memiliki pasir yang terbentang menyerupai pasir pantai. Danau seluas 12.000 meter persegi ini dikelilingi oleh tujuh gunung yaitu Gunung Hulu Tebo, Gunung Hulu Sangir, Gunung Madura Besi, Gunung Lumut, Gunung Selasih, Gunung Jar Panggang, dan Gunung Tujuh dengan puncak tertinggi dibandingkan 6 gunung lainnya [2732 mdpl]. Danau Gunung Tujuh sendiri berjarak sekitar 15 menit dari puncak.

Selain sebagai tempat wisata, Danau Gunung Tujuh juga di gunakan penduduk lokal sebagai sumber mata pencaharian, beberapa masyarakat lokal berprofesi sebagai nelayan dan mencari ikan di danau tersebut. jika kita berkunjung ke Danau Gunung Tujuh kita bisa menyewa sampan nelayan dan mendayung menjelajahi luasnya danau.

Akses menuju Danau Gunung Tujuh cukup jauh jika ditempuh dari Kota Jambi atau Padang. Untuk mencapai lokasi ada 3 tahap perjalanan yang mesti dilalui oleh para wisatawan.  
Pertama, perjalanan bisa ditempuh melalui tiga alternatif. 
  1. Perjalanan dari Kota Jambi ke Sungai Penuh yang berjarak sekitar 500 km, dapat ditempuh sekitar 10 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi. 
  2. Perjalanan dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km dapat ditempuh sekitar 7 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi.
  3. Perjalanan dari Kota Padang ke Muaralabuh yang dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 211 km dapat ditempuh sekitar 5-6 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi. 
Kedua, perjalanan dilanjutkan dari Sungai Penuh ke Kecamatan Kayu Aro atau tepatnya di Desa Pelompek dengan menggunakan angkutan umum. Jarak dari Sungai Penuh ke Pelompek sekitar 50 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
Ketiga, dari Desa Pelompek ke lokasi Danau Gunung Tujuh, wisatawan hanya perlu berjalan kaki untuk mencapai lokasi dengan dua alternatif rute.
  1. Dari pos jaga kawasan Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak 3 km dimana kondisi medan tidak begitu sulit dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 2,5 jam.
  2. Dari belakang wisma tamu Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak sekitar 2,5 km dimana kondisi medan agak curam dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam
Tak jauh dari Desa Pelompek juga terdapat beberapa homestay. untuk urusan kuliner para wisatawan tak perlu bingung, di sini kita akan dimanjakan dengan berbagai masakan khas Kerinci seperti Beras Payo, Teh Kayu Aro, Kacang Tojin, Gulai Ikan Semah, Lemang, Dendeng Bateko, dll. dari aritikel yang pernah saya baca tentang Teh Kayu Aro, beberapa sumber mengatakan bahwa Teh Kayu Aro adalah teh dengan kualitas terbaik di dunia, wow.. ga nyangka gan.

Kondisi alam Danau Gunung Tujuh yang masih asri membuat para wisatawan betah berlama-lama berada di sini :)

Selasa, 07 Februari 2012

Tanjung Aan [Lombok] - Eksotisme Pantai Pasir Merica

0 komentar
Beberapa hari lalu saya bertemu seorang teman backpacker yang baru pulang dari Lombok, dia lalu bercerita kepada saya seputar pengalamannya backpacking di sana. salah satunya adalah perjalanan di Tanjung Aan, dari ceritanya ditambah beberapa informasi lain akhirnya saya memutuskan memposting artikel seputar Tanjung Aan.  Selain kawasan Senggigi dan Gili - Trawangan, Lombok menawarkan alternatif lain bagi kita untuk menikmati keindahan pantai. salah satunya adalah Tanjung Aan atau masyarakat lokal sering menyebutnya sebagai pantai pasir merica.
disebut begitu karena bentuk pasirnya yang bulat besar layaknya merica. airnya yang biru jernih membuat kita amat tergoda untuk berenang.

Tanjung Aan berjarak sekitar 90 menit berkendara dari Mataram, pantai ini terletak berdekatan dengan Pantai Kuta [pantai kuta lombok - bukan pantai kuta yang ada di Denpasar, Bali]. Sepanjang sisi kanan dan kiri Tanjung Aan terdapat bukit-bukit yang menghadang ombak ganas laut selatan sehingga ombak di Tanjung Aan cukup tenang.

Tanjung Aan memiliki pantai yang bersih, warna laut yang biru di padu buih ombak-ombak kecil menciptakan pemandangan yang mempesona, garis pantai sepanjang 1 KM dibatasi dengan bukit-bukit hijau membuat pemandangan Tanjung Aan jadi lebih indah. jika kita naik ke atas bukit kita bisa mendapatkan view yang lebih menarik. Apabila kita mengunjungi Tanjung Aan pada sore hari, kita bisa menaiki bukit yang menjorok ke arah laut sambil menikmati senja yang hening.

Tanjung Aan - Lombok
Pada hari biasa pantai ini cukup sepi sehingga kita bisa lebih menikmati keindahan pantai pasir merica. di bandingkan dengan Senggigi atau Kuta, Pantai Tanjung Aan sangat sepi dan masih terkesan alami. fasilitas yang tersedia di pantai ini juga masih minim. namun itulah yang menjadi keistimewaan Tanjung Aan. Selain menyajikan pemandangan yang indah, suasana tenang dan lingkungan pantai yang alami menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Hanya saja, mungkin karena belum adanya pengelolaan total dari dinas pariwisata, kadang pengunjung bisa terganggu oleh beberapa penjual souvernir yang menjual barang dagangannya dengan cara agak memaksa.

dari cerita teman-teman yang pernah mampir di Tanjung Aan, saya bisa menangkap kekaguman mereka pada keindahan pantai ini.. saya rasa Tanjung Aan merupakan destinasi yang patut dipertimbangkan apabila kita sedang traveling ke Lombok.. :)

Minggu, 05 Februari 2012

Jalan-jalan ke Monkasel [Monumen Kapal Selam] Surabaya

0 komentar
Satu lagi tempat yang layak di kunjungi di kota pahlawan, kemaren-kemaren ane uda posting beberapa tempat wisata di Surabaya yaitu Ekowisata Hutan Mangrove dan Museum Seni Budaya House of Sampoerna [HoS]. kali ini ane mau share tentang wisata Monumen Kapal Selam [Monkasel] yang ada di tepi sungai kalimas Surabaya. dari namanya saja kita pasti uda tahu apa yang ada di sana, yup, sebuah kapal selam. monumen ini bukan sekedar monumen biasa, melainkan sebuah kapal selam asli milik Angkatan Laut Indonesia yang di pensiunkan pada tahun 1990 dan kemudian dirakit ulang menjadi sebuah monumen untuk mengenang perjuangan Angkatan Laut, khususnya perjuangan kapal selam KRI Pasoepati 410 yang telah bertugas puluhan tahun demi menegakkan kedaulatan Republik Indonesia.

Akses menuju Monkasel [Monumen Kapal Selam] cukup mudah, jika naik kereta dan turun di Stasiun Gubeng kita tinggal jalan kaki, Monkasel terletak sekitar 100 m dari pintu belakang Stasiun Gubeng. jika naik bus turun di terminal Bungurasih, setelah itu naik bus kota jurusan Gubeng-THR.

tiket masuk Monkasel cukup murah yaitu Rp 2.500 / orang, pertama kita bisa masuk kedalam kapal selam KRI Pasoepati 410. di dalam kapal selam ini ada seorang tour guide yang akan menjelaskan fungsi-fungsi kapal selam beserta sejarah kapal selam tersebut.. KRI Pasoepati 410 memiliki 7 ruangan, ruang komandan (tempat tidur, dan ruang kerja), ruang awak kapal (tempat tidur, dapur, dan ruang makan), ruang mesin diesel, ruang torpedo depan, ruang torpedo belakang, ruang komando (pusat komando), dan ruang mesin listrik. pemandu akan membawa kita menjelajahi tiap ruangan dan menjelaskan fungsi-fungsi mesin kapal selam serta sejarah seputar kapal selam KRI Pasoepati 410. setelah puas menjelajah kapal selam KRI Pasoepati 410 kita bisa melanjutkan menuju Video Rama (sebuah bioskop mini) dan menonton film sinematik seputar sejarah Angkatan Laut Indonesia dan partisipasi KRI Pasoepati 410 dalam operasi-operasi militer Angkatan Laut Indonesia.

di dalam kapal selam KRI Pasoepati 410
setelah selesai menonton film sejarah kita bisa nongkrong di Cafe sambil menikmati live music, atau bercengkerama di tepi kalimas.. kalau malam hari suasananya akan sangat nyaman, nongkrong di tepi kalimas sambil menikmati pemandangan lampu-lampu kota. pertama kali saya masuk Monkasel pada malam hari, dan yang kedua saya kesana pada siang hari. saat masuk Monkasel siang hari saya tidak terlalu bisa menikmati wisata sejarah ini, selain panas saya juga tidak mendapatkan view yang terlalu bagus dari tepi kalimas.

fasilitas lain yang ada di Monkasel [Monumen Kapal Selam] adalah kolam renang anak-anak, dan sebuah panggung pertunjukan untuk event-event tertentu.

anyway, Monumen Kapal Selam [Monkasel] cukup menarik dikunjungi jika anda sedang traveling ke Surabaya. Wisata sejarah ini bisa menambah wawasan kita seputar sejarah Angkatan Laut Indonesia dan KRI Pasoepati 410.

view jembatan Kalimas dari Monkasel pada malam hari

Jumat, 03 Februari 2012

HOUSE OF SAMPOERNA - Tempat yang Wajib di Kunjungi di Surabaya

0 komentar
House Of Sampoerna
Museum House of Sampoerna [HoS] merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika anda sedang traveling ke Surabaya. museum ini selain sarat akan nilai seni, budaya, dan sejarah, juga memberikan kenyaman yang istimewa kepada pengunjungnya. kesan Surabaya sebagai kota panas, berdebu, atau bising tidak akan anda temukan disini. suasana House of Sampoerna sangat nyaman, dan mampu mengajak kita untuk kembali. selain mengkoleksi benda-benda penting dalam sejarah Sampoerna dan berbagai koleksi kesenian, museum ini juga memberikan kita tempat untuk bersantai sambil menikmati kopi di The Cafe yang anggun. satu lagi yang perlu dicatat, tidak ada tiket masuk di museum ini. kita bisa menikmati kenyamanan, keanggunan, dan kemewahan yang diberikan House of Sampoerna dengan GRATISSS..


House of Sampoerna juga menyediakan tur keliling kota Surabaya dengan menggunakan sebuah bus, dalam tur ini pengunjung museum dibawa berkeliling kota Surabaya Lama yaitu Tugu Bahlawan, Balai Kota, Pecinan, Kampung Arab, dll. tour yang diadakan House of Sampoerna ini disebut Surabaya Heritage Tour, untuk mengikuti tour ini pengunjung hanya perlu mendaftar pada petugas - TANPA di pungut biaya sepeser pun alias GRATIS! :) tour ini diadakan setiap hari Selasa sampai hari Minggu, setiap hari ada tiga tur yang membawa pengunjung menikmati budaya kota Surabaya yaitu antara jam 09.00 sampai jam 17.00 WIB.

pada tahun 2011, majalah National Graphic Traveler Indonesia mengadakan riset tentang museum terfavorit di Indonesia, museum di Indonesia dibagi menjadi tiga kategori yaitu museum sejarah, museum iptek, dan museum seni budaya. dari tiga kategori tersebut, House Of Sampoerna berada di urutan nomor satu untuk kategori Museum Seni dan Budaya. memang tidak mengherankan House of Sampoerna terpilih menjadi yang pertama.

terpilihnya House Of Sampoerna [HoS] dalam kategori seni dan budaya menunjukkan kesempurnaan pembangunannya bahwa beginilah seharusnya museum, yaitu selalu bisa mengundang pengunjung untuk kembali, bukan sekedar mengajak menikmati koleksi.

Museum sejarah Sampoerna ini menempati bangunan kuno dua lantai buatan tahun 1864 di kawasan Surabaya Lama. Liem Seeng Tee [pendiri Sampoerna], membelinya pada tahun 1913, untuk rumah keluarga dan pabrik pertama.

begitu membuka pintu kayu lebar gedung utama, sambutan sejuk kolam ikan koi kontras dengan hawa Surabaya yang panas. Kepiawaian pemandu mengajak kita menikmati koleksi beralur searah jarum jam di tiga ruang; dari replika warung pertama Liem Seeng Tee, sepeda onthel untuk jualan arang yang dibeli Liem Seeng Tee dengan uang hasil menabung sejak usia 11 tahun (yang diperoleh dari menjadi asongan di kereta); beralih ke ruang kedua dimana terdapat jejak para buruh pabrik yang unjuk prestasi lewat Marching Band Sampoerna.

Deail sangat diperhatikan, seperti penataan ruang, pencahayaan, dll. di lantai dua, toko cendera mata menawarkan kriya khas Jawa Timur. Paviliun keluarga Budi Sampoerna kini jadi Art Gallery bagi karya seniman terkemuka yang diseleksi ketat agar seniman lain bisa belajar. Gedung art deco rumah tinggal utama keluarga Sampoerna kini jadi The Cafe. suasana dalam The Cafe sangat nyaman, ditambah lagi penataan ruang yang anggun dan dekorasi yang pas membuat kita betah berlama - lama disini. The Cafe  menyediakan wisata kuliner yang menarik. di sini terdapat paduan menu khas Indonesia, Asia, dan Eropa. bebrapa menu di The Cafe House of Sampoerna antara lain yaitu Wedang Kayu Manis (minuman hangat kayu manis, jahe, sereh, daun jeruk, dan gula jawa), Surabaya Sunrise (lemon, orange, mango concentrate, dan soda), Nasi Goreng Soka (kepiting), Asam-asam Iga, Nasi Goreng XO, Sob Buntut Goreng, dll. oh ya, jika anda berkunjung ke sini pada hari jum'at atau sabtu, anda akan dihibur alunan lembut live musik Jazz yang diadakan di The Cafe antara jam 19.00 sampai jam 22.00.

Museum House of Sampoerna menceritakan pada kita tentang semangat pantang menyerah Liem Seeng Tee, mengajarkan kita untuk berani bermimpi dan mengejar mimpi dengan penuh keyakinan. seperti yang telah dilakukan oleh Liem Seen Tee. jadi, jika anda sedang traveling ke Surabaya, sempatkanlah untuk mengunjungi House of Sampoerna.. anda akan mendapatkan kesan yang tak terlupakan tentang kota Surabaya. :)

suasana the cafe, house of sampoerna>>

Kamis, 02 Februari 2012

Jalan - jalan ke Blitar [Makam Bung Karno & Candi Penataran]

0 komentar
Ada apa sih di kota Blitar? kali ini ane mau posting tentang wisata religi dan sejarah di Blitar.. yup, di kota ini lah presiden pertama Indonesia di makamkan. Makam Bung Karno di Blitar merupakan tempat yang selalu ramai di kunjungi, baik oleh peziarah maupun oleh wisatawan. terletak di Bendogerit, Kecamatan Sanawetan - Blitar, di Makam Bung Karno juga terdapat sebuah museum tempat koleksi barang-barang peninggalan beliau seperti Keris, Baju Kebesaran, Lukisan Bung Karno, dll. yang paling menarik dari Museum Bung Karno adalah sebuah lukisan Bung Karno, jika anda melihat lukisan tersebut dari sudut pandang tertuntu dan mem-fokus kan mata anda pada jantung lukisan tersebut maka anda akan melihat jantung Bung Karno dalam lukisan masih berdetak!

sudah banyak yang mempertanyakan fenomena ini, kalau kata si penjaga makam lukisan tersebut merupakan lukisan keramat, penjaga makam banyak bercerita tentang hal-hal gaib / mistis soal lukisan Bung Karno tersebut. Bung Karno merupakan orang yang sangat memperhatikan nilai budaya dan banyak mempraktekkan tradisi kejawen yang sarat dengan nilai-nilai mistis / spiritual. karena itu Bung Karno banyak meninggkalkan benda-benda yang dianggap keramat. dan mungkin karena itu pula pengunjung dilarang mengambil gambar dalam museum. tapi dasar jiwa orang Indonesia memang jiwa pemberontak dan tidak mau tunduk sama aturan (hhehehe..) masih banyak yang suka nyolong2 mengambil foto dalam museum. termasuk ane juga sih.. #hehehehe.

di kompleks Makam Bung Karno banyak penjual oleh-oleh dan souvenir khas Blitar, jadi pengunjung selain bisa menikmati pesona mistis makam Bung Karno juga bisa berwisata kuliner atau membawa pulang souvenir khas Blitar.

selain makam Bung Karno, di Blitar juga terdapat beberapa candi peninggalan kerajaan Kediri. salah satu yang terkenal adalah Candi Penataran. candi ini terletak di Desa Penataran Kecamatan Nglegok, Blitar.

Sejarah mencatat Candi Penataran ini dibangun ketika Raja Srengga memerintah kerajaan Kediri. tepatnya pada 1194 Masehi. Candi Penataran dibangun dengan tujuan sebagai tempat pemujaan agar terhindar dari bencana letusan gunung Kelud. Candi Penataran mempunyai relief yang menceritakan kisah - kisah Hindu.

candi penataran
Petugas Candi Penataran mengatakan bahwa setiap purnama, Dewan Kesenian Kabupaten Blitar mengadakan pentas budaya Purnama Seruling Penataran di candi ini. saat festival tersebut digelar komplek wisata sejarah ini sangat ramai oleh pengunjung, baik warga lokal, wisatawan lokal, ataupun asing. hmmmm.. sepertinya sangat menarik, saya sendiri belum pernah menyaksikan festival tersebut. 

relief di candi penataran
Akses menuju Makam Bung Karno dan Candi Penataran cukup mudah, apabilia dari Malang atau Surabaya, kita bisa naik kereta dan turun di Stasiun Blitar. dari stasiun Blitar menuju Makam Bung Karno kita bisa menggunakan Delma. untuk menuju Candi Penataran kita bisa menggunakan angkutan umum. perjalanan menuju Candi Penataran lumayan jauh melewati bukit-bukit..

Rabu, 01 Februari 2012

Coban Pelangi - Menanti Pelangi dibawah Keindahan Air Terjun [Wisata Malang]

0 komentar
Coban Pelangi
Diantara banyaknya wisata air terjun di kota Malang, Coban Pelangi adalah yang terbaik (menurut saya sih, hehehe).. terbaik karena kawasan ini masih begitu alami dan menyajikan pemandangan yang begitu indah. Coban Pelangi berarti Air Terjun Pelangi. ya, coban adalah kata lain dari air terjun, beberapa wisata air terjun di Malang adalah Coban Pelangi, Coban Rondo, Coban Talun, Coban Trisula, dll.. namun Coban Pelangi memiliki keistimewaan sendiri yaitu apabila cuaca sedang cerah kita bisa menikmati keindahan pelangi yang muncul tepat disebelah air terjun. Wisata air terjun Coban Pelangi termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di Gubuk Klakah, Kecamatan Tumpang, Malang. jika kita hendak pergi ke Bromo atau Semeru kita pasti melewati pintu masuk [loket] wisata air terjun Coban Pelangi.

Akses menuju wisata air terjun Coban Pelangi cukup mudah. jika kita menggunakan angkutan umum, rutenya sama dengan tujuan Bromo atau Semeru. dari arah kota Malang, pertama kita menuju terminal Arjosari, lalu naik angkutan umum jalur TA menuju pasar Tumpang, dari pasar tumpang kita bisa menumpang mobil sayur, truk, atau menyewa jeep. jarak Tumpang - Coban Pelangi sekitar15 Km.

tidak seperti wisata air terjun lain di Malang, untuk menikmati keindahan air terjun coban pelangi kita masih harus berjalan kaki sekitar 3-4 Km dari tempat parkir, trek yang di lalui terbilang landai, meskipun ada beberapa tanjakan dan turunan.. pemandangan sepanjang jalan setapak menuju air terjun Coban Pelangi sangat indah dan masih alami. jika anda berwisata kesini, saya sarankan untuk berangkat pagi-pagi, karena jika langit sedang cerah anda akan mendapat kesempatan menyaksikan keindahan pelangi yang muncul tepat di sebelah air terjun, adanya pelangi di sini disebabkan oleh cipratan butir-butit air terjun yang terkena cahaya matahari.

wisata air terjun coban pelangi menyajikan pemandangan alam yang sangat indah dan eksotis, udara segar, dan hawa dingin pegunungan akan menemani kita di tengah keindahan coban pelangi.. udara segar dan hawa dingin di sini memang wajar karena coban pelangi berada di titik yang cukup tinggi dari permukaan laut (saya tidak tahu tepatnya berada di ketinggian berapa, hhhehe.. tp yang jelas coban pelangi berada cukup dekat dengan gunung Bromo)

nah, bagi teman-teman traveler, backpacker, pecinta alam, atau siapapun yang berwisata ke kota Malang, sebaiknya tidak melewatkan keindahan wisata air terjun coban pelangi, bayangkan saja sebuah pemandangan hutan rimba yang masih alami, lalu air terjun setinggi kurang lebih 30 m, ditambah warna-warni pelangi tepat di sebelahnya.. wow, indah sekali kawan.. :). oh ya, satu lagi, jika anda berwisata ke air terjun coban pelangi jangan lupa siapkan baju ganti.. biarpun tidak mandi atau main air, disana nanti anda pasti basah kuyup karena cipratan air terjun yang begitu deras.

Selasa, 31 Januari 2012

Goa Pawon [Ekowisata kota Bandung] - Meresapi Kehidupan Purba di Goa Pawon

0 komentar
Bukit Pawon
GOA PAWON berada sekitar 30 km sebelah barat kota Bandung. Goa Pawon merupakan satu-satunya goa gamping terbesar di mana pernah ditemukan fosil manusia purba Homo sapiens. selain diminati para peneliti, goa ini juga dikenal sebagai arena panjat tebing dan objek ekowisata. jika mengunjungi goa ini hendaknya membawa penutup hidung karena aroma guano [kotoran kelelawar] yang menyengat akan langsung menyambut anda.

ketika memasuki Goa Pawon, anda akan mendapat kesan eksotis, indah, dan sekaligus menyeramkan. sedikit menyeramkan karena suasana dalam goa pawon benar - benar sepi dan gelap.

Terletak di 601 m dpl, Goa Pawon berada di puncak bukit Pawon yang merupakan daerah penambangan batu kapur, dan pada zaman dahulu merupakan  tepian Danau Bandung Purba. Berdasarkan hasil survai A.C. De Yong dan G.H.R. Von Koenigswald tahun 1930-1935* [*sumber majalah National Geographic Traveler],  ditemukan alat-alat budaya masa lalu dari bahan obsidian, kalsidon, kwarsit, rijang dan andesit berupa anak panah, pisau, penyerut, gelang batu, batu asah dari Jaman Preneolitik, yang hidupnya mulai menetap di gua-gua atau ceruk atau sering kali dijumpai di kawasan perbukitan gamping.

salah satu fosil di Goa Pawon
Goa Pawon memiliki panjang 38 m dan lebar 16 m, sedang tinggi atap gua tidak dapat diketahui secara pasti karena saat ditemukan bagian atap gua sudah runtuh. Hasil ekskavasi pada tahun 2003 dan 2004 berhasil ditemukan berbagai bentuk artefak, fitur maupun ekofak yang dapat mencirikan akan keberadaan situs tersebut dimasa lalu. Artefak yang terdiri dari pecahan keramik, gerabah, alat serpih, alat tulang berbentuk lancipan dan spatula, alat batu pukul (perkutor), sisa perhiasan yang terbuat dari gigi binatang dan gigi ikan, moluska dan temuan yang sangat signifikan dari keberadaan kehidupan masa lalu berupa kerangka manusia. Selain itu juga ditemukan non artefaktual seperti  fragmen tulang dan moluska. Keberadaanya di Goa Pawon besar kemungkinan terjadi karena adanya kaitan rantai makanan yang pernah terjadi di masa lalu, dalam hal ini sebagai bagian dalam pemenuhan kebutuhan bahan makanan (konsumsi) dan mungkin juga untuk dipergunakan dalam pembuatan peralatan hidup sehari-hari

Goa Pawon
Sejak ditemukannya fosil manusia purba di Goa Pawon, kawasan ini dijadikan situs arkelogi purbakala dibawah pengawasan dan pengelolaan Balai Besar Kepurbakalaan [Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat]. Goa Pawon dapat dicapai dari Bandung menuju Padalaran. jalan masuk menuju Goa Pawon ditandai dengan gapura anyaman. dari gapura tersebut teruslah susuri jalan utama hingga menemukan papan penunjuk kecil di kiri jalan yang menyatakan Goa Pawon berjarak sekitar 500 meter lagi. begitu menjumpai pos kecil, palang melintang, dan area parkir, berarti anda sudah tiba.

Senin, 30 Januari 2012

G-Land Banyuwangi [Pantai Plengkung] - Tempat Surfing Terbaik di Dunia

0 komentar
Teluk Grajagan
Jika anda hobi berselancar maka anda pasti sudah tahu tentang G-Land di Banyuwangi, atau oleh masyarakat lokal disebut Pantai Plengkung, Banyak peselancar kelas dunia yang menganggap G-Land [pantai Plengkung] sebagai The Seven Giant Waves Wonder, atau salah satu dari 7 tempat surfing terbaik di dunia. memang tak aneh jika di sebut demikian. G-Land memiliki ombak besar dan panjang yang sangat di impikan oleh para
peselancar profesional, tinggi ombak di pantai Plengkung [G-Land] mencapai 6-8 meter dengan panjang ombak lebih dari 2 km. di pantai pula ini pernah diadakan lomba selancar internasional Quicksilver Pro Surfing Championship pada tahun '95, '96, dan '97.

G-Land atau Pantai Plengkung terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, untuk mencapai G-Land / Pantai Plengkung, jika menggunakan angkutan umum dari arah Banyuwangi naik bus menuju Kalipahit (sekitar 60 km), dari Kalipahit dilanjutkan dengan naik ojek menuju Pasar Anyar yang berjarak sekitar 4 km, dari Pasar Anyar pengunjung bisa menumpang mobil pick-up menuju Pos Pancur (jaraknya sekitar 15 km), dan dari Pos Pancur hanya berjarak sekitar 8 km sebelum mencapai Pantai Plengkung [G-Land]. di G-Land sendiri terdapat sebuah helipad untuk mereka yang melewati jalur udara dengan menggunakan helikopter.

G-Land, East Java
bisa dikatakan fasilitas di G-Land sudah cukup lengkap, mulai dari Bar, Restaurant, Bungalow, Jangle Camp, dll.. disini juga disediakan sewa papan selancar. kebanyakan harga yang ditawarkan di Bar, Restaurant, atau Bungalow adalah dalam pecahan dollar, hal ini wajar mengingat banyaknya wisatawan asing yang datang ke tempat ini. oh ya, pada hari-hari tertentu di TN Alas Purwo  juga terdapat pementasan kesenian budaya rakyat. hal ini tentu saja menjadi satu hiburan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

Pantai Plengkung disebut G-Land karena tiga hal, pertama karena diambil dari nama teluk Grajagan, kedua diambil dari kata Green karena letaknya di tepi hutan tropis yang hijau, dan ketiga diambil dari kata Great karena ombaknya yang begitu besar dan panjang..

Bagi peselancar, waktu terbaik mengunjungi G-Land di Banyuwangi adalah bulan Juli-September, saat itu ombak di G-Land [Pantai Plengkung] sedang bagus-bagusnya. Ombak di pantai ini dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu Kong Waves [tinggi ombak mencapai 6-8 meter], Speedis Waves [5-6 m], dan Many Track Waves [3-4 m]. ombak tingkat terakhir [many track] biasanya digunakan para peselancar pemula untuk mengasah skill mereka.

nah, jika anda hobi berselancar maka G-Land atau Pantai Plengkung merupakan wisata yang wajib di kunjungi.. jika anda tidak mempunyai hobi berselancarpun tetap saja pantai ini layak di kunjungi.. :) selain bisa menikmati eksotisme pantai Indonesia yang sudah begitu terkenal di mancanegara kita juga bisa menikmati panorama alam Taman Nasional Alas Purwo yang menakjubkan. dengan segala habitat yang hidup didalamnya.. oh ya, satu lagi.. sunset di pantai plengkung tidak kalah indahnya dengan sunset di pulau Bali, moment matahari terbenam di pantai Plengkung [G-Land] menjadi pemandangan yang sangat di tunggu para wisatawan.. :) salam lestari

senja pantai plengkung [g-land] banyuwangi