Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2012

Beginilah Cara Siput Terbang

0 komentar

WAGENINGEN, - Ada 1001 cara bagi makhluk hidup untuk bisa terbang, tinggal strateginya saja. Jika manusia mengembangkan pesawat agar bisa terbang, maka siput menumpang burung untuk melakukannya.

Tapi, cara siput terbang agak aneh. Mereka dimakan oleh burung namun beberapa diantaranya bisa tetap hidup di usus burung itu. Mereka akan keluar lewat kloaka burung dan mendarat di suatu tempat.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE 5 Maret 2012 memperkirakan jumlah siput yang bisa survive di usus burung. Penelitian dilakukan oleh Casper van Leuwen dari Nentherlands Institute of Technology, Belanda.

Leeuwen menggunakan siput laut jenis Hydrobia ulvae. Ia membiarkan siput itu dimakan bebek liar. Hasilnya, kebanyakan siput mati namun 1 persen berhasil survive selama 5 jam.

Jumlah 1 persen memang kecil. Namun, Ryan Hechinger dari University of California di Santa Barbara, mengatakan, "Meski hanya sebagian kecil yang bisa lolos, pasti mereka terdistribusi di area baru."

Pertanyaannya, apakah memang siput sengaja membiarkan dirinya dimakan? Leeuwen mengatakan bahwa karena prosentase survival kecil, maka tak mungkin siput membiarkan dirinya dimakan.

"Saya tidak berpikir bahwa siput memang ingin dimakan. Mereka hanya berusaha mengupayakan yang terbaik di tengah hal buruk yang terjadi," jelas Leeuwen seperti dikutip New Scientist," Sabtu (17/3/2012).

Meski demikian, siput yang terbang dengan menumpang di usus burung ternyata cukup umum. Publikasi di Journal of Biogeography pada Juni 2011 lalu mengungkap bahwa 15 persen dari siput darat Jepang bisa survive setelah dimakan burung. Bahkan, ada juga siput yang berhasil beranak pinak setelah dimakan.

3 Lambang Hati Yang Ada Di Alam

0 komentar
1. Danau di Fraser Island




Bentuk hati yang pertama adalah di Fraser Island, dimana bentuknya jika kita melihat dari atas akan sangat jelas berbentuk hati.



2. Hutan Pinus di Tepi Danau Walchen


Hutan Pinus di Tepi Danau Walchen


Berikutnya adalah bentuk hati pada hutan pinuh di tepi danau Walchen pada pegunungan Alpen. Anda bisa melihat pada hutan pinus yang mengelilingi hutan ini membentuk hati secara melingkar. Sungguh sangat menakjubkan.



3. Kepulauan Whitsunday


Kepulauan Whitsunday


Bentuk hati yang terakhir adalah di lepas pantai kepulauan Whitsunday, bentuk hati tersebut terletak di tengah-tengah air laut yang mengelilingi hati tersebut.

Selasa, 13 Maret 2012

Setiap Hari Badai Matahari Akan Lebih Kuat

0 komentar
Pada Selasa 6 maret 2012 lalu, dua lidah api raksasa terlontar dari Matahari. Memicu badai yang mencapai bumi dua hari sesudahnya. Meski dikatakan sebagai yang terbesar dalam 5 tahun, efeknya tak sampai merusak satelit yang mengorbit Bumi.
Setiap Hari Badai Matahari Akan Lebih Kuat
Namun, badai belum berakhir. Peneliti Lembaga Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin memperkirakan, frekuensi dan kekuatan badai matahari akan semakin meningkat, seiring dengan waktu puncak masa aktif matahari yang terjadi antara tahun 2012 sampai 2014. Tahun 2013 menjadi klimaks siklus 11 tahunan badai matahari yang dimulai pada 2009.

"Badai Matahari akan timbul lagi dengan lebih kuat sampai puncak aktivitas matahari pada pertengahan 2013," katanya kepada VIVAnews, Selasa 13 Maret 2012.

Untuk frekuensi, lanjutnya, jika beberapa waktu lalu badai matahari terjadi sepekan sekali, kemungkinan saat ini sampai pertengahan 2013, dapat terjadi setiap hari. "Untuk kekuatannya juga meningkat, saat ini skala 6, dan menjelang puncak aktivitas bisa mencapai skala 9," ujarnya.

Namun, masyarakat tak perlu khawatir, apalagi panik. Sebab, kekuatan skala 9 hanya berpotensi merusak satelit yang mengorbit bumi dan tidak menganggu aktivitas manusia di bumi. "Secara umum manusia tetap aman, kita dilindungi magnetosfer dan atmosfer," katanya.

Ia mengatakan bahwa pada tahun 2000 pernah terjadi, kekuatan matahari mencapai lebih dari skala 9, dan saat itu, hanya merusak satelit. "Hanya merusak operasional satelit, ada yang rusak sementara, juga ada yang rusak permanen," lanjutnya.

Thomas menjelaskan bahwa badai matahari yang membawa partikel bermuatan akan dibelokkan oleh medan magnet bumi, dan satelit yang terkena partikel, mengalami kerusakan instrumen. Kerusakan satelit akan berdampak pada jaringan telekomunikasi dan sinyal satelit.

Sebelumnya, ilmuwan antariksa Maggie Aderin-Pocock mengatakan, ada lima atau enam badai besar lagi yang akan datang dalam 18 bulan mendatang.

Meski, sejauh ini, badai Matahari tidak memberi gangguan berarti pada teknologi di Bumi, apalagi sampai mengancam keberadaan manusia. "Tapi, badai ini baru permulaan," kata Aderin-Pocock.
sumber:vivanews.com
 4.5

Selasa, 06 Maret 2012

Perempuan Ini Bangkit dari Mati

0 komentar
Perempuan Ini Bangkit dari Mati - Li Xiufeng, perempuan Cina berusia 95 tahun ini, telah membuat para tetangganya tertegun. Enam hari lalu Xiufeng ditemukan meninggal dunia, lalu jenazahnya diletakkan di dalam peti mati.
Perempuan Ini Bangkit dari Mati
Xiufeng ditemukan dalam keadaan sudah tidak bergerak dan tidak bernapas di tempat tidurnya, dua minggu setelah lansia ini tersandung dan menderita cedera kepala di rumahnya di Beiliu, Provinsi Guangxi. Tetangga yang menemukannya dalam keadaan demikian pun memikirkan hal terburuk telah terjadi: Xiufeng telah meninggal dunia.

Peti mati pun disiapkan. Tubuh Xiufeng yang telah tak bernyawa ditidurkan di dalam peti mati di rumahnya dalam keadaan tak bersegel, sesuai dengan tradisi Cina, supaya para teman dan kerabat bisa memberi penghormatan terakhir.

Tapi sehari sebelum pemakaman, tetangganya melihat peti mati itu dalam keadaan kosong. Setelah mencari-cari, mereka menemukan lansia itu sedang memasak di dapur.

Chen Qingwang, 60 tahun, adalah tetangga yang menemukan Xiufeng sudah tak bernyawa. Menurut Qingwang, saat melihat tubuh Xiufeng tak bergerak dan tak bernapas, ia telah mencoba membuat lansia itu bangun. Ia memanggil-manggil nama Xiufeng dan mengguncang-guncang tubuhnya. Qingwang juga sempat memberi pernapasan buatan, tapi Xiufeng tak bereaksi.

"Saya pikir dia sudah meninggal, tapi memang tubuhnya tidak dingin dan kaku," kata Qingwang.

Xiufeng tinggal sendirian di rumahnya. Jadi, Qingwang dan anaknyalah yang menyiapkan upacara pemakaman. Xiufeng telah berada di peti mati selama dua hari sebelum "bangkit".

"Kami sangat terkejut dan segera minta tetangga-tetangga lain untuk minta tolong," kata Qingwang.

Apa kata Xiufeng, yang "bangkit" dari peti mati kemudian memasak di dapurnya? "Sepertinya saya tidur dalam waktu yang lama. Waktu bangun, saya merasa sangat lapar. Makanya saya memasak sesuatu untuk makan," ujarnya.

Menurut ahli medis, Xiufeng mengalami kematian yang tak nyata, yaitu ketika seseorang telah tak bernapas, tapi tubuh mereka masih hangat.

"Syukurlah ada tradisi penghormatan jenazah beberapa hari sebelum pemakaman, Xiufeng bisa diselamatkan," katanya.
sumber:www.tempo.co                                  Rating: 4.5