Tampilkan postingan dengan label Info Seputar Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Seputar Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Februari 2012

Kenali Masalah Jerawat Anda

0 komentar

Ilustrasi: eliminateyouracne.com
Jerawat menjadi masalah kulit yang merusak penampilan. Siapa yang tak jengkel melihat jerawat  ada di wajahnya. Sebelum jerawat muncul, ada baiknya Anda mengenal sejumlah hal yang dapat menjadi penyebab jerawat. Berikut tujuh penyebab munculnya si jerawat:

1. Hormon
Jika jerawat muncul bulanan dan berkala, kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh hormon. Fluktuasi kadar hormon selama siklus menstruasi, adalah pemicu jerawat.

2. Stres
Ketika Anda merasa stres, jangan heran jika jerawat tumbuh subur. Bahkan, selama mengalami tekanan psikologis, tubuh akan menghasilkan lebih banyak hormon androgen yang memicu pertumbuhan jerawat.

3. Telepon
Apakah Anda sering membuat panggilan telepon? Telepon yang dipakai seringkali kotor dan terkontaminasi banyak bakteri. Nah, jika sering menggunakan telepon untuk waktu yang lama dapat mengiritasi kulit di pipi. Efeknya adalah akan muncul jerawat, karena bakteri mudah tumbuh dan menempel pada pipi.

4. Krim pelembab
Pastikan krim yang Anda gunakan sehari-hari cocok untuk jenis kulit Anda. Menggunakan krim pelembab yang tidak cocok dengan jenis kulit merupakan pemicu potensial untuk peradangan jerawat dan kulit.

5. Matahari
Sinar matahari membuat kulit menebal. Penebalan ini menyebabkan penyumbatan pori-pori dan terbentuknya jerawat.

6. Kosmetik berpigmen tinggi
Kosmetik yang mengandung pigmen warna yang tinggi juga dapat menyumbat pori-pori dan menimbulkan jerawat. Cobalah untuk menggunakan kosmetik mineral dekoratif, karena tidak mengandung pigmen yang sangat tinggi.

7. Sabun wajah
Fungsi sabun wajah adalah untuk membersihkan kotoran dari wajah Anda. Namun dalam beberapa sabun wajah, kandungan dalam sabun dapat menempel pada pori-pori dan menyebabkan sumbatan yang akhirnya memicu pertumbuhan jerawat.

Sumber: metronews

Mengenal Influenza

0 komentar

Virus Influenza
Influenza atau yang lebih dikenal dengan sebutan flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari famili Orthomyxoviridae (virus influenza), yang menyerang unggas dan mamalia. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan, dan rasa tidak nyaman secara umum.

Walaupun sering tertukar dengan penyakit mirip influenza lainnya, terutama selesma Influenza merupakan penyakit yang lebih berat dibandingkan dengan selesma, dan disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Influenza dapat menimbulkan mual, dan muntah, terutama pada anak-anak, namun gejala tersebut lebih sering terdapat pada penyakit gastroenteritis, yang sama sekali tidak berhubungan, yang juga kadangkala secara tidak tepat disebut sebagai "flu perut."  Flu kadangkala dapat menimbulkan pneumonia viral secara langsung maupun menimbulkan pneumonia bakterial sekunder. 

Biasanya, influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung melalui kotoran burung atau ingus, atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi. Aerosol yang terbawa oleh udara (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian besar infeksi, walaupun jalur penularan mana yang paling berperan dalam penyakin ini belum jelas betul. Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar matahari, disinfektan, dan deterjen. Sering mencuci tangan akan mengurangi risiko infeksi, karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun.

Influenza menyebar ke seluruh dunia dalam epidemi musiman, yang menimbulkan kematian 250.000 dan 500.000 orang setiap tahunnya, bahkan sampai jutaan orang pada beberapa tahun pandemik. Rata-rata 41.400 orang meninggal tiap tahunnya di Amerika Serikat dalam kurun waktu antara tahun 1979 sampai 2001 karena influenza. Pada tahun 2010 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat mengubah cara mereka melaporkan perkiraan kematian karena influenza dalam 30 tahun. Saat ini mereka melaporkan bahwa terdapat kisaran angka kematian mulai dari 3.300 sampai 49.000 kematian per tahunnya.

Tiga pandemi influenza terjadi pada abad keduapuluh dan telah menewaskan puluhan juta orang. Tiap pandemi tersebut disebabkan oleh munculnya galur baru virus ini pada manusia. Seringkali, galur baru ini muncul saat virus flu yang sudah ada menyebar pada manusia dari spesies binatang yang lain, atau saat galur virus influenza manusia yang telah ada mengambil gen baru dari virus yang biasanya menginfeksi unggas atau babi. Galur unggas yang disebut H5N1 telah menimbulkan kekhawatiran munculnya pandemi influenza baru, setelah kemunculannya di Asia pada tahun 1990-an, namun virus tersebut belum berevolusi menjadi bentuk yang menyebar dengan mudah dari manusia-ke-manusia. Pada April 2009 sebuah galur virus flu baru berevolusi yang mengandung campuran gen dari flu manusia, babi, dan unggas, yang pada awalnya disebut "flu babi" dan juga dikenal sebagai influenza A/H1N1, yang muncul di Meksiko, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mendeklarasikan wabah ini sebagai pandemi pada 11 Juni 2009 (lihat pandemi flu 2009). Deklarasi WHO mengenai pandemi tingkat 6 merupakan indikasi penyebaran virus, bukan berat-ringannya penyakit, galur ini sebetulnya memiliki tingkat mortalitas yang lebih rendah dibandingkan dengan wabah virus flu biasa.

Vaksinasi terhadap influenza biasanya tersedia bagi orang-orang di negara berkembang. Ternak unggas sering divaksinasi untuk mencegah musnahnya seluruh ternak. Vaksin pada manusia yang paling sering digunakan adalah vaksin influenza trivalen (trivalent influenza vaccine [TIV]) yang mengandung antigen yang telah dimurnikan dan diinaktivasi terhadap tiga galur virus. Biasanya, vaksin jenis ini mengandung material dari dua galur virus influenza subtipe A dan satu galur influenza subtipe B. TIV tidak memiliki risiko menularkan penyakit, dan memiliki reaktivitas yang sangat rendah. Vaksin yang diformulasikan untuk satu tahun mungkin menjadi tidak efektif untuk tahun berikutnya, karena virus influenza berevolusi dengan cepat, dan galur baru akan segera benggantikan galur yang lama. Obat-obatan antivirus dapat dipergunakan untuk mengobati influenza, neuraminidase inhibitor (seperti Tamiflu atau Relenza). yang terutama efektif. 

(Sumber: Wikipedia)